<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612</id><updated>2011-07-08T20:26:31.330+07:00</updated><title type='text'>KOPERASI ALUMNI GITAPALA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-5840870961332993333</id><published>2009-11-04T22:59:00.004+07:00</published><updated>2010-08-22T11:18:18.733+07:00</updated><title type='text'>Ekonomi permen karet VS UMKM</title><content type='html'>EKONOMI PERMEN KARET VS UMKM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Masih ingat krisis moneter tahun 1997? Langkanya US Dolar waktu itu mengakibatkan harga sembako membumbung dan kemudian dikenal dengan krisis sembako. Akibat berikutnya adalah runtuhnya rezim Orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Perlu diketahui sebelum itu mantan Presiden Suharto memang berhasil membangun perekonomian Indonesia. Dengan ekonomi konglomerasinya beliau mampu memacu pertumbuhan. Bahkan mampu mengungguli Malaysia dan Thailand. Namun pertumbuhan yang beliau ciptakan dibangun di atas pondasi yang keropos. Model perekonomian padat modal seperti ekonomi konglomerasi memang efektif namun sangat tidak efisien, apalagi diwarnai dengan praktek-praktek KKN. Karena perusahaan-perusahaan didirikan tidak melalui prinsip-prinsip entrepreneurship, sehingga sangat rapuh. Pertumbuhannya pun hanya dinikmati oleh segelintir orang, dan kesenjangan si kaya dan si miskin, kesenjangan pusat dan daerah semakin lebar.&lt;br /&gt;     Penggelembungan ekonomi yang dibangun rezim orde baru didapatkan dengan membangun industri manufaktur dengan bantuan pinjaman luar negeri. Salahnya adalah walau mampu membangun industri tetapi langsung fokus industri hilirnya, bukan dimulai dengan memperkuat industri hulu dan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku. Dan bahan baku dari industri manufaktur itu didapat dari impor. Akibatnya ketika US Dolar langka perusahaan itu tidak mampu impor dan macet.  Uraian di atas oleh pengamat para ekonom dinamakan Bubble economic. Cepat tumbuh tapi rapuh, mudah pecah. &lt;br /&gt; Kasus serupa seperti yang terjadi di AS. Saat ini Negara adi daya ini sedang dilanda krisis moneter,  Barangkali krisis moneter yang terjadi di Amerika Serikat (AS) saat ini adalah yang terparah selama setahun ke belakang sejak gonjang-ganjing kasus Subprime Mortgage. Banyak pengamat dan praktisi telah memaparkan dan menganalisa mengapa hal ini dapat terjadi. Secara umum penyebab utamanya adalah ledakan kredit oleh lembaga-lembaga keuangan dan rumah tangga yang mengakibatkan besarnya hutang yang harus dibayarkan dan akhirnya tidak terbayar. Bahkan perusahaan otomotif sebesar General Motorpun pailit dan diambil alih pemerintah.&lt;br /&gt; Sebaliknya China saat ini justru mengalami surplus devisa. Selain lebih hemat dalam menggunakan sumber daya China dengan sistem otoritarian memberlakukan upah buruh dan pekerja relatif rendah. Akibatnya biaya produksi mampu ditekan dan outputnya harga produk-produk China sangat rendah tak tertandingi. Dengan harga yang rendah dan kualitas yang relatif bagus produk-produk China mampu merajai pasaran international. Walau China adalah negara Komunis dan menolak demokrasi tapi China menerima pasar bebas.&lt;br /&gt;     Sedangkan Jepang adalah contoh negara yang membangun ekonominya dengan prinsip-prinsip entrepreneurship. Setelah kalah pada perang dunia II, Jepang sukses membangun ekonominya. Pada dekade 1980an pertumbuhan ekonomi Jepang 5 – 6% di atas pertumbuhan ekonomi AS. Walaupun Jepang bukan negara penemu teknologi namun sukses membangun industri otomotif dan elektronika. Jepang adalah bangsa kreatif, dia hanya mengadopsi teknologi temuan barat kemudian dengan kreatifitasnya di kembangkan dengan sangat berorientasi pasar. Hasilnya saat ini kendaraan bermotor dan produk elektronik Jepang merajai pasaran dunia.  Ekonomi Jepang di motori oleh kaum Samaurai yang memang bermental pejuang  rela menjadi entrepreneur.  &lt;br /&gt; Seperti telah diuraikan di atas perekonomian melalui sistem padat modal walau mampu memacu pertumbuhan tapi tidak kokoh. Dan pada proses operasionalnya walau efektif namun tidak efisien. Sistem padat modal biasanya dibangun jauh dari prinsip-prinsip entrepreneurship.  Berbeda dengan UMKM, pembangunan ekonomi melalui UMKM biasanya kuat walau pertumbuhan tidak secepat melalui padat modal. UMKM biasanya berdiri dengan dibangun dari bawah berdasarkan prinsip-prinsip entrepreneurship, sehingga kokoh dan efisien.&lt;br /&gt;     Pada tahun 1998 terdapat fenomena menarik, dimana 47 juta UMKM terbukti mampu bertahan dan selamat dari krisis. UMKM ini menyerap 79 juta tenaga kerja dan bahkan memberti kontribusi pada PDB sebesar 56,7% (Hartarto, 2003). Di lain pihak, bantuan pemerintah untuk UMKM saat ini relatif sangat minim. Apalagi kalau dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jerman, Jepang, Taiwan, dan Thailand dimana perhatian negara sangat besar dan bahkan UMKM menjadi tumpuan masa depan negara. Di negara-negara tersebut, UMKM dan entrepreneur membentuk golongan menengah.&lt;br /&gt;Jepang bangkit dari keterpurukan bom atom 1950 menjadi pemimpin industri dunia dalam 23 tahun berkat jasa kaum samurai yang mau menajadi entrepreneur. Jerman dan Belanda menumpukan masa depannya pada UMKM dan industri star-up dengan konsep catur pilar yaitu : sinergi KADIN – pemerintah – perguruan tinggi – bank, dengan peran pemerintah yang agresif lewat pembangunan inkubator dalam bentuk techno-park, dengan peran aktif jaringan bisnis etniknya. Sehingga dalam 20 tahun pendapatan per kapita Taiwan meningkat 16 kali lipat. Sedangkan di Thailand kemajuan dipelopori oleh raja Bumipol dengan terjun ke lapangan mengembangkan hujan buatan sehingga 4 paten international di tangannya. Kerajan memiliki laboratorium canggih yang diperuntukan bagi kesejahteraan rakyatnya yang gemar entrepreneurship. (Wonogiri, Oktober 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-5840870961332993333?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/5840870961332993333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=5840870961332993333&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/5840870961332993333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/5840870961332993333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_11_01_archive.html#5840870961332993333' title='Ekonomi permen karet VS UMKM'/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-6412192622892619547</id><published>2009-05-02T18:25:00.005+07:00</published><updated>2010-08-22T11:20:42.226+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>UMKM, PETANI, DAN ENTREPRENEUR BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingatkan kembali bahwa kegagalan pembangunan di masa lalu adalah karena proses pembangunan hanya menitik-beratkan pada ‘teknologi” dan “ekonomi”, dan melupakan bahwa dalam system canggih yang disebut negara ini, di dalamnya ada anak bangsa, manusia, kelompok manusia, dsb. Sehingga karena faktor manusia dan kemanusiaan terabaikan kemudian banyak muncul problem sosial, budaya, politik, keamanan, dan psikologi. Problem itu mencuat saat reformasi digulirkan hingga sekarang. Oleh sebab itulah “faktor manusia dan kemanusiaan” harus dimasukkan kembali dalam fase pembangunan.&lt;br /&gt;SDM adalah asset bangsa SDM bisa berkarya, berkreasi, dan berinisiatif dengan ingenuitasnya. Di Negara maju, entrepreuneur dan UMKM berbasis kekuatan SDM adalah sumber kemakmuran, seperti di Jerman, Belanda, Jepang, Taiwan, Korea, China, dan hampir seluruh bangsa di dunia. Mereka adalah “pemeran utama” kegiatan ekonomi golongan menengah. Sedang di Indonesia UMKM sulit tumbuh karena birokrasi pemerintah yang seharusnya melindungi mereka bersama staka holder lain, kurang dapat menjalankan perannya dalam “membidani” kelahiran dan pertumbuhan golongan menengah penghasil produk dan teknologi unggulan bangsa.&lt;br /&gt;Pertumbuhan UMKM, jaringan UMKM, dan entrepreneur akan menyerap pengangguran, mengentaskan kemiskinan bangsa, meningkatkan daya beli rakyat, dan kesejahteraan Negara. Saat ini peluang terlibat dalam kegiatan entrepreneurship tersedia luas diseluruh sektor pertanian termasuk peternakan, perkebunan, maupun kelautan. Selain sekitar 68% penduduk kita terlibat di dalamnya, sektor ini juga bepeluang menjadi world player, terlebih setelah mendapatkan kontribusi teknologi Hi-Touch dari perguruan tinggi.&lt;br /&gt;UMKM sangat lemah dalam hal informasi dan distribusi, tata jaringan bisnis, apalagi diwarnai birokrat berjiwa feodal, konflik pribumi non-pribumi, konflik pedagang pendatang-petani penduduk asli, gagap entrepreneur di semua lapisan masyarakat, reformasi peran dan karakter birokrasi, monitoring, evaluasi dan kendali yang menjadi tugas departemen komunikasi dan informasi, serta paradigm shift yang harus dijalani bangsa Indonesia. Tidak kalah pentingnya pula peran pertanian entrepreneurial, inkubator, dan teknologi Hi-Touch karya sinergis antar stake holder, yaitu ; Pemerintah, perguruan tinggi, bank, dan industri. Industri-industri dalam KADIN nantinya harus berwawasan outward looking.&lt;br /&gt;Konsep Entrepreneurship University akan ikut berperan dalam menentukan jenis kegiatan ekonomi golongan menengah, jenis produk, dan teknologi yang akan menjadi unggulan Indonesia. Solusi mendesak ini akan secara perlahan mengatasi pengangguran dan kemiskinan, menuju stabilitas sosial, meningkatkan daya beli, dan sekaligus memperkuat nilai tukar. Nilai kurs SDM akan makin meningkatdan teknologi strategis hasil perguruan tinggi pun akan mulai serius dipertimbangkan oleh industri-industri besar. Dengan demikian seluruh roda ekonomi akan mulai berputar stabil.&lt;br /&gt;Krisis bangsa ini dapat dianalisis dari berbagai segi. Dari segi resiko, problem penghambat perbaikan keadaan saat ini adalah kesulitan proses recovery dan tingkat kondusivitas investasi rendah, sehingga pertumbuhan kekuatan nasional terkesan stagnan. Tidak bisa dipungkiri, parameter-parameter penting dari kondusivitas investasi adalah safety factor dan convinience factor, jaminan keamanan dan stabilitas bagi calon penanam modal. Faktor keamanan dan kenyamanan berinvestasi di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan China jauh lebih baik dari Indonesia. Resiko sosial, budaya, politik, dan psikologis sangat tinggi di Indonesia. Seperti demo liar, ancaman mogok, gangguan keamanan, anarkhisme, keberingasan masyarakat, persaingan mematikan, tawuran, separtis, dan terorisme. Selain penanganan memerlukan biaya besar dan banyak waktu, ancaman ini sangat merugikan bagi kondusivits investasi. Resiko sosial, politik, budaya, dan psikologi ini juga mengancam stabilitas sosial. Tidak sulit diduga, penyebab resiko ini adalah angka pengangguran dan tingkat kemiskinan tinggi serta kondisi perburuan yang buruk.&lt;br /&gt;Selama krisis tahun 1998 terdapat fenomena menarik, dimana 47 juta UMKM terbukti mampu bertahan dan selamat dari krisis. UMKM ini menyerap 79 juta tenaga kerja dan bahkan memberti kontribusi pada PDB sebesar 56,7% (Hartarto, 2003). Di lain pihak, bantuan pemerintah untuk UMKM saat ini relatif sangat minim. Apalagi kalau dibandingkan dengan negar-negara maju seperti Jerman, Jepang, Taiwan, dan Thailand dimana perhatian negara sangat besar dan bahkan UMKM menjadi tumpuan masa depan negara. Di negara-negara tersebut, UMKM dan entrepreneur membentuk golongan menengah. Jepang bangkit dari keterpurukan bom atom 1950 menjadi pemimpin industri dunia dalam 23 tahun berkat jasa kaum samurai yang mau menajdi entrepreneur. Jerman dan Belanda menumpukan masa depannya pada UMKM dan industri star-up dengan konsep catur pilar yaitu : sinergi KADIN – pemerintah – perguruan tinggi – bank, dengan pera pemerintah yang agresif lewat pembangunan inkubator dalam bentuk techno-park, dengan peran aktif jaringan bisnis etniknya. Sehingga dalam 20 tahun pendapatn per kapita Taiwan meningkat 16 kali lipat. Sedangkan di Thailand kemajuan dipelopori oleh raja Bumipol dengan terjun ke lapangan mengembangkan hujan buatan sehingga 4 paten international di tangannya. Kerajan memiliki laboratorium canggih yang diperuntukan bagi kesejahteraan rakyatnya yang gemar entrepreneurship.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-6412192622892619547?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/6412192622892619547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=6412192622892619547&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/6412192622892619547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/6412192622892619547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_04_26_archive.html#6412192622892619547' title=''/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-423295138289777861</id><published>2009-04-23T18:14:00.005+07:00</published><updated>2010-08-22T11:21:24.178+07:00</updated><title type='text'>Dibangun sebelum ada arsitek dan insinyur</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SfBNstd_vfI/AAAAAAAAAHA/vw2JPbFClIY/s1600-h/borobudur3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327843789694287346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SfBNstd_vfI/AAAAAAAAAHA/vw2JPbFClIY/s320/borobudur3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-423295138289777861?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/423295138289777861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=423295138289777861&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/423295138289777861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/423295138289777861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_04_19_archive.html#423295138289777861' title='Dibangun sebelum ada arsitek dan insinyur'/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SfBNstd_vfI/AAAAAAAAAHA/vw2JPbFClIY/s72-c/borobudur3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-8769760375111177527</id><published>2009-04-22T10:52:00.005+07:00</published><updated>2010-08-22T11:21:48.936+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Peran Entrepreneurship dalam Konsep pendidikan anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep pendidikan bangsa Indonesia saat ini sangat berorientasi “degree formal” yang tentunya sangat didominasi oleh kecerdasan otak kiri. SDM diarahkan menuju pekerja, baik pekerja kasar, trampil, maupun pekerja elit. Sebenarnya kondisi ini kurang sehat. Apabila pada tahun 2030 bangsa Indonesia menjadi pemain dunia dengan sekitar 70 sampai 80 juta angkatan kerja memiliki pekerjaan yang bagus, tentu saja waktu itu Indonesia memiliki perusahaan kaliber nasional dan International. Siapa pemilik perusahaan itu, semua orang asing atau 80% milik bangsa Indonesia. Kalau ingin 80% perusahaan milik anak bangsa maka tahun 2030 Indonesia harus memiliki entrepreneur sukses beberapa juta orang. Dengan demikian kondisi pendidikan saat ini harus diimbangi dengan pendidikan berorientasi Otak kanan, soft skill, leadership, partnership, dan entrepneurship. Termasuk di dalamnya penekanan informasi tentang : i) Karakter eksponsial entrepreneur UMKM, ii) Pengalaman kehidupan interaksi sosial, iii) menerapkan teori partnership dalam hidup sehari-hari termasuk ketrampilan menggambarkan big picture permasalahan.&lt;br /&gt;Manajemen yang menyeimbangkan rational scientific approach, dengan peran otak kanan, soft skill, leadership, partnership, banyak dijumpai di Jepang, Taiwan, dan Korea. Misalnya Honda Motor Corporation yang malang melintang selama 45 tahun sejak thun 1950-an mendapatkan prestasi gemilang tanpa gelar Ph.D. satupun, kecuali satu orang yaitu Sichiro Honda pendirinya, tetapi gelar tersebut adalah gelar Doktor honoris causa. Jadi leadership, partnership, dan entrepreneurship harus merupakan ingredient pokok dalam kurikulum bagi generasi pemimpin dan entrepreneur mendatang. Lebih jauh, penyelesaian melalui Entrepreneurship University juga dilirik perguruan tinggi karena dinilai sangat cerah masa depannya.&lt;br /&gt;Pemikiran kita sehari-hari sudah sangat terpengaruh oleh cara berfikir Adam Smith sekitar 130 tahun yang lalu (1887) yang menyatakan bahwa “…….. setiap orang berbuat bagi dirinya” yang artinya orang tidak perlu bersusah-susah memikirkan orang lain. Jika setiap orang memikirkan dirinya sendiri, maka (kata Adam Smith) secara alami akan terjadi keseimbangan dan harmonisasi sendiri. Dalam “equilibrium dynamic” dikatakan akan ada invisible hand yang akan menyeimbangkan.&lt;br /&gt;Pemikiran ekonomi ini telah berkembang terus, terutama oleh sekolah setingkat MIT yang mengembangkan Business dynamic, Harvard, Princeton, dll. Pemikiran dimulai dengan menanyakan tentang berapa lama keseimbangan akan terjadi. Mungkin model liniernya perlu dikembangkan lagi, untuk mempertimbangkan transient dan efek temporalnya yang jelas sangat dominan. Mestinya kita harus memperhatikan alasan Irving Fisher lewat modeling, dari klaim AC Pigou yang kualitatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-8769760375111177527?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/8769760375111177527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=8769760375111177527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/8769760375111177527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/8769760375111177527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_04_19_archive.html#8769760375111177527' title=''/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-2330144004709076118</id><published>2009-04-10T19:48:00.004+07:00</published><updated>2010-08-22T11:22:49.703+07:00</updated><title type='text'>Konsep Ekonomi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KONSEP ORGANISME HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia, kumpulan manusia, lembaga atau institusi apapun bentuknya yang melibatkan manusia atau kumpulan manusia di dalamnya, harus diperlakukan sebagai organisme hidup. Organisme hidup itu misalnya, koperasi, sentra industri, pasar tradisional, kelompok usaha kecil, kelompok-kelompok petani, dan kontras dengan mall, supermarket, hypermarket, super chain store, dsb.&lt;br /&gt;Organisme hidup itu mempunyai 3 komponen, yang tanpa kelengkapan tersebut tidak berfungsi sebagai organisme hidup. Ketiga komponen tersebut yaitu :&lt;br /&gt;1. Hard infrasrukture, 2. Soft infra structure, 3. komponen Roh atau Jiwa.&lt;br /&gt;Poyek-proyek pembangunan era masa lalu untuk usaha mikro dan kecil (UMK) petani kecil dan entrepreneur baru”hampir semuanya gagal” karena program-program tersebut tidak meperlihatkan kondisi di Indonesia, dan sudah dianggap cocok seperti contoh-contoh text book, dan makalah dari negara-negara maju. Perancang dan pelaksana proyek lupa bahwa Amerika, Eropa telah terbangun selama ratusan tahun, sehingga perkembangan proyek dan proses pertumbuhan sudah berjalan dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, proyek-proyek yang hanya menekankan pada hard infrastructure hanya dengan pertimbangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menimbulkan masalah budaya, politik, dan psikologi. Persoalannya akan makin terakumulasi sehingga penyelesaiannya akan memerlukan cost sedemikian mahal.&lt;br /&gt;Model organisme hidup ini mempertanyakan batas-batas keabsaan asumsi “ceteris paribus” yang selama ini dipakai dalam prediksi pelaksanaan proyek (sehingga pelaksana proyeknya termasuk kategori “ill-management”)&lt;br /&gt;Untuk proses pembangunan selanjutnya, pelaksanaan proyek harus memperhatikan konsep oraganisme hidup, yang harus memliki tiga komponen tersebut. Proyek jembatan, jalan, tol, pelabuhan, dan lain-lain harus ditinjau sebagai sebuah organisme hidup pula, sehingga benefit ekonomi bangsa bisa optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONSEP ANTARA SPESIALIS DAN MAESTRO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia profesi, seperti dosen, pakar, ilmuwan, dokter, seniman lukis, tari, musik dikenal profesional spesialis. Kondisi seperti ini kurang menguntungkan untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sistem ekonomi dan sistem pengembangan teknologi belum terbentuk. Bangsa ini masih memerlukan usaha membentuk sistem menuju sistem seperti kerangka daun. Bangsa ini memerlukan pakar spesialis-generalis, menuju terbentuknya supplay chain agar tercipta teknologi unggulan. Terbangunnya sistem supplay chain menuju system ekonomi handal. Teknologi-teknologi yang diperlukan untuk itu dalam buku ini disebut supplay chain technology, sedang konsep ekonomi yang diperlukan adalah supply chain economy. Bangsa ini memerlukan cukup banyak professional generalis, misalnya professor entrepreneurship, Profesor Psikologi Politik sehingga terbentuk strategi-strategi entrepreneurship bangsa, dan juga menghasilkan sebanyak mungkin politisi-politisi negarawan. Misalnya pakar profesionalis generalis diharapkan menjadi semaian Maestro-mastro bangsa. Pakar-pakar yang piawai dibidangnya, tetapi juga humanis, penuh empati, keagungan nila-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;Maestro lukis Affandi yang dikenal ekspresionis, mampu menghasilkan gambar naturalis, lembut dan indah. Demikian juga John Lenon ataupun Deep Purple, lagu-lagu klasik mereka lembut dan indah memukau, walaupun mereka musisi beraliran rock. Jadi, Insinyur, Hakim, ekonom, sejarawan, budayawan, dokter, politisi, yang ahli dalam ilmu spesialisasinya diharapkan juga menghayati soft science, memahami dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan, humanis, penuh empati, apalagi bangsa ini menjunjung tinggi ilmu ketimurannya. Landasan soft science ini yang akan menggayutkan dengan ilmu dan kepakaran lain, merajud sebuah supplay chain membentuk kepakaran baru dengan nilai-nilai kemanusiaan yang makin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BELAJAR DARI PEDAGANG TANAMAN HIAS VS PEDAGANG IKAN HIAS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sifat “non-linieritas” interaksi kumpulan, kelompok, gerombolan, kelembagaan, atau institusi akan tampak fenomenanya bila diamati dari pedagang tanaman hias. Gerombolan tanaman hias bila diguyur air, selain tanah menjadi basah juga akan timbul kelembaban udara oleh uap air karena lebatnya kanopi daun. Udara yang lembab akan menahan penguapan air dari daun, batang, dan bunga. Meski terkena terpaan sinar matahari langsung, gerombolan tanaman itu tidak mudah layu. Kelembaban ini akan hilang apabila gerombolan tanaman hias ini dipisah-pisahkan. Biaya pemeliharan tiap tanaman menjadi lebih mahal, apalagi tanaman dipelihara dalam pot-pot kecil.&lt;br /&gt;Demikian ikan hias, apabila dipelihara dalam akuarium, banyak diperlukan sirkulasi air, ogsigen buatan, sistem pengolah racun dari buangan kotoran, secara artificial pula. Sama halnya dengan sebuah keluarga yang hidup di dalam kompleks perumahan mewah dengan penjagaan keamanan oleh Satpam. Selain diperlukan biaya operasional yang sangat mahal, kehangatan hidup yang diperoleh juga sangat minimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-2330144004709076118?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/2330144004709076118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=2330144004709076118&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/2330144004709076118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/2330144004709076118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_04_05_archive.html#2330144004709076118' title='Konsep Ekonomi'/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-7490789485857044255</id><published>2009-03-27T19:30:00.006+07:00</published><updated>2010-08-22T11:23:49.052+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;KONSEP KERANGKA DAUN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah yang membiarkan industri mikro kecil, petani kecil, dan entrepreneur baru berjuang sendiri untuk membesar, sebenarnya sangat naïf. UMKM dibiarkan bertarung secara supplay demand melawan barrier of entry, pesaing dari luar maupun dari dalam dibiarkan bertarung dengan UMKM, menunjukkan bahwa pemerintah tidak memahami tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;Mungkin sangat naïf memahami pemerintah dari arti kata pemerintah sendiri sebagai “pemberi perintah”. Hubungan pemerintah dan UMKM adala hubungan kemanusiaan. Demi keadilan membantu yang lemah, mempertemukan sesama UMKM yang bersaing, bernegosiasi dan berkompromi, bersepakat untuk berpartner sejauh mungkin. Semboyan bangsa Indonesia adalah “Bhineka Tunggal Ika” lebih bermakna politis, yang menyerukan persatuan harus dipahami dan diterapkan secara lebih mendalam sampai tingkat hubungan kehidupan sehari-hari dan dalam berbisnis. Berbeda dengan semboyan bangsa Malaysia “Bersekutu makin Bermutu” yang lebih terapan. Mungkin itulah sebabnya persekutuan di Malaysia lebih mudah dilakukan.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya pemerintah harus lebih menggalakkan koperasi pembentukan Dewan Komuditas Nasional, dengan bantuan pakar-pakar perguruan tinggi, dan menggalakkan hubungan “Supply Chain” menggantikan ‘Supply Demand” yang berlaku saat ini.&lt;br /&gt;Manufacturing adalah bagian dari “value creation” dalam siklus produk yang memiliki “added value” paling rendah. Yang paling tinggi adalah di kedua ujung yaitu tahap marketing dan tahap riset. Kalau pemerintah masih pasif seperti sekarang ini, pengusaha akan banyak bergeser ke sector penjualan, marketing, distribusi logistic, pialang, eksportir, dan importer yang added valuenya tinggi dengan resiko rendah. Dengan demikian Teknologi Indonesia tak pernah akan terbentuk.&lt;br /&gt;Produsen, manufaktur, pengrajin, petani, akan ditinggalkan orang karena ‘added valuenya paling rendah denga resiko paling tinggi. Yang bertahan di sector produksi, produsen, petani ini adalah mereka-mereka yang terpaksa, seperti kerajinan, petani subsistem, perajin mikro tradisional. Sektor produksi UMKM makin tersisih dan kehilangan daya tawar ekonominya. Pemerintah yang bersikap seperti inilah yang dikenal sebagai Naïve Governance.&lt;br /&gt;Jadi good governance masih belum cukup. Mereka yang mendapatkan income dari rakyat lewat pajak, tetapi membiarkan sector produksi UMKM telindas oleh free trade di era globalisasi. Diperlukan smart governance, pemerintah yang banyak memiliki program membentuk institusi sebagai organisme hidup. Koperasi, dewan, pasar, sentra industri, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang memiliki :&lt;br /&gt;a) Infra struktur keras, b)Infra struktur lunak, c)Dan Roh dari institusi tersebut.&lt;br /&gt;Manajemen Supplay Chain harus dikembangkan. Sistem Supplay chain ini digambarkan sebagai kerangka daun, yang di dalam kerangka daun tersebut terdapat bentuk hubungan Supplay Chain. Hasil sari makanan mengalir dalam daun dan keluar daun, terdistribusi ke seluruh bentangan daun dengan lancar, bersama dengan klorofil menangkap sinar matahari.&lt;br /&gt;Konsep kerangka daun ini menjamin distribusi dan transportasi air serta makanan lancar ke seluruh bagian pohon. Seperti yang dilakukan Thailand setelah sukses dengan industri produk pertanian dan otomotif. Tahun 2003-2007 pemerintah Thailand menggulirkan program industri hard disk, dan drive . Pemerintah Thailand sangat aktif membentuk system Supply Chainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONSEP SUPPLY CHAIN MENGGANTIKAN KONSEP SUPPLY DEMAND&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep Supplay demand tidak lain adalah falsafah “lu-lu gue-gue” pada hubungan antar manusia, manusia dengan lembaga, dan lembaga dengan lembaga. Hubungan ini bukan hubungan persahabatan, tetapi hubungan tawar-menawar antara supplay dan demand tanpa memerlukan syarat pernah kenal percaya atau ‘trust’. Siapapun yang memiliki posisi tawar kuat, akan mendominasi hubungan supplay demand ini.&lt;br /&gt;Di sisi lain dikenal secara meluas konsep “Supplay Chain”. Hubungan ini lebih bersifat hubungan kepercayaan atau “trust” hubungan yang umumnya diwarnai oleh perjanjian-perjanjian atau kesepakatan. Tata hubungan bisnis umumnya dalam wujud kesepakatan jual beli jangka panjang atau kontrak pembelian-penjualan. Di dalamnya terkandung kesepakatan paling tidak tentang harga, kualitas, dan waktu.&lt;br /&gt;Hubungan Supplay Demand memungkinkan tindakan-tindakan penindasan pada yang terpojok. Seperti, mendadak terjadi penurunan harga oleh tengkulak pada saat panen raya komuditas pertanian, sehingga memaksa petani kecil untuk menjual produk dengan harga sangat murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BUKTI SUPREMASI BUDAYA TIMUR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4 pemenang hadiah nobel&lt;br /&gt;1. Pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 1994 Prof. John Nash mengetengahkan kembali konsep kerjasama.&lt;br /&gt;2. Terbaik kedua Prof. Stiglitz, pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 2001 tentang informasi aksisimetrik atau formulasi perdagangan adil atau berkeadilan bila informasi yang dimiliki masing-masing seimbang.&lt;br /&gt;3. Prof. D. Kahnemann, pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 2002 (seorang psikolog) mengetangahkan tentang perilaku ekonomi yang cerdas. Materi ini sebaiknya diajarkan di SMA karena umumnya kita memiliki “economi behavior” yang mendahulukan emosi daripada pertimbangan nalar. Kepada generasi muda memang sebaiknya diajarkan “behavioral economic” agar hidupnya bijaksana dan berperadaban tinggi.&lt;br /&gt;4. Pemenang hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006 dari Bangladesh, Prof. Muhammad Yunus, menerapkan micro-finance, yang lebih menonjolkan unsur kemanusiaan. Sangat mirip dengan konsep organisme hidup yang memerlukan sentuhan empati.&lt;br /&gt;Konsep “3 komponen organisme hidup”, yaitu :&lt;br /&gt;1. Konsep belajar dari pedagang tanaman hias dan ikan hias&lt;br /&gt;2. Konsep antara Spesialis dan Maestro&lt;br /&gt;3. Filosofi Kerangka Daun&lt;br /&gt;Adalah sebuah konsep terapan budaya timur. Jadi pemberian hadiah Nobel pada keempat pemenangnya adalah suatu bukti supremasi Budaya Timur bila nilai-nilainya diterapkan di budaya barat. Jadi, kenapa Indonesia menuju Westernisasi?&lt;br /&gt;Memang akhirnya seperti yang dikatakan John Naisbitt dalam “Megatrend Asia” bahwa pergeseran dominasi terjadi dari barat ke timur. Kesuksesan ternyata harus didukung oleh SDM yang cerdas, tetapi tidak harus segera didukung oleh SDM yang pintar seperti didefinisikan di barat. Thailand dan Malaysia telah membuktikannya. Otak kiri tidak harus segera terlalu dibebani ijazah dan diploma tinggi, tetapi kalau otak kanannya cerdas, mencari solusi yang intuitif akan lebih diperlukan, mereka ternyata mendapatkan jawaban yang mereka perlukan.&lt;br /&gt;Indonesia menuju Westernisasi, tetapi karena konsep Western adalah “moving target” kita salah membidik Western masa lampau, saat demokrasi masih ditentukan oleh pistol koboi dan “gunman”. Demokrasi kita yang masih dalam tahap “Naïve Democracy”, susah disuguhi permainan dengan aturan main yang memerlukan “kecanggihan hukum dan keadilan”, kita mudah membuat kesalahan. Negara Indonesia telah melakukan “Dosa Kominfo” dan “Dosa Reformasi”, membuat kita makin “Western” dalam informasi dan kecerdasan, dan telah membuat perilaku kita makin “lu-lu gue-gue” ditambah lagi makin otonomya Bank Indonesia.&lt;br /&gt;Dimenangkannya 4 hadiah Nobel membuktikan adanya supremasi Budaya Timur. Hal ini tentunya akan mengangkat nilai-nilai luhur di atas aturan main ketat pola Budaya Western. Tidak ada gunanya mencari siapa penanggung jawabpemilihan strategi tadi. Terus terang, kita mengatur bangsa Indonesia ini tanpa tahu bangsa Indonesia itu siapa dan seperti apa.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita harus belajar dari bagaimana Belanda menaklukkan suku-suku di seantero Nusantara, memerintah dengan cukup terkendali selama 350 tahun. Mereka mengoleksi buku-buku karya kerajaan-kerajaan dari seluruh Nusantara di Rijkuniversitat Leiden. Perguruan tinggi ini dulu pernah menyelenggarakan Fakultas Idiologi, tempat lulusnya calon pejabat Belanda yang akan bertugas di Indonesia. Almamater Schnock Hourgronye dan sekaligus kampusnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebelum dinobatkan menjadi Sultas Yogyakarta.&lt;br /&gt;Dengan memetik pelajran di atas, semoga bangsa Indonesia segera bangkit. Smart Indonesia, tidak lain adalah kembali ke Budaya Timur kita. Jadilah manusia Indonesia yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicuplik dari buku "Menuju Indonesia Pemain Utama Ekonomi Dunia" oleh Dr. Ir. Sutrisno&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-7490789485857044255?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/7490789485857044255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=7490789485857044255&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/7490789485857044255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/7490789485857044255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2009_03_22_archive.html#7490789485857044255' title=''/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-992560831215417753</id><published>2008-07-26T09:06:00.020+07:00</published><updated>2010-08-22T11:26:55.713+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SIxqOPueMLI/AAAAAAAAADg/DK92-bY2zko/s1600-h/alam3k.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; FLOAT: right; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227670060442464434" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SIxqOPueMLI/AAAAAAAAADg/DK92-bY2zko/s320/alam3k.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SEBUAH SURAT TERTANGGAL 19-12-2005 *)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawanku,&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba teringat kembali masa kuliah dulu. Kuteringat kamu, dosen-dosen, tentang keseriusan mereka, kelucuan mereka, dan keceriaan mereka. Kuteringat praktikumnya pak Daryono yang sampai larut malam, Bu Tuti yang kalau ngasih kuliah suka bagi-bagi permen, kita thethek di depan 108, baca Tempo dan KR di perpus, mejeng di kursi anti stres sambil nggodain cewek, juga ingat Kalitirto dengan Zetornya.&lt;br /&gt;Kawan, ingatkah kau ketika dulu kita sering nglembur laporan praktikum bareng-bareng, juga nggarap soal ujian untuk esoknya dan sampai berulang kali buat proposal tugas akhir karena ditolak melulu..&lt;br /&gt;Ah, rasanya saat ini aku rindu kalian semua, seolah-olah aku menyesal berpisah dengan kalian, meninggalkan kampus tercinta. Walaupun saat itu aku benar-benar bertekat lepas dari orang tua untuk mencoba tegak di atas kedua kaki sendiri. Tanpa sadar akhirnya kita masing-masing menjalani hidup yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Hidup dengan jiwa raga sendiri menjadi penopang diri sendiri.&lt;br /&gt;Kawan, hatiku terasa bergetar oleh kerinduan yang dalam ini. Aku ingin kembali membuka-buka lembaran masa lampau.&lt;br /&gt;Sungguh indah, orang-orang berjalan dengan langkahnya, masing-masing peristiwa manis-pahit silih berganti. Aku melihat kehidupan ini benar-benar indah karena penuh aneka ragam kejadian. Kita berjumpa-berpisah dengan kawan, guru, dosen, dan keluarga. Kelahiran dan kematian terjadi setiap saat.&lt;br /&gt;Kawan, kita kadang gembira-tertawa naik kereta gemerlapan. Suatu saat kita tersuruk-suruk bertelanjang kaki di bawah terik Matahari atau basah kuyup di bawah hujan badai.&lt;br /&gt;Kita kadang berjalan tenang bersama angin sejuk segar, tapi suatu saat tergelincir, terperosok bahkan terpelanting karena jalan miring, curam dan angin membadai.&lt;br /&gt;Inilah hidup.&lt;br /&gt;Sakit-sehat, sedih-gembira silih berganti. Namun demikian jiwa harus selalu sadar untuk menghadapi semuanya. Jiwa yang sadar akan selalu tegar dan segar menempuh aneka ragam dinamika kehidupan. Kita harus melangkah maju meskipun untuk itu kita alami penderitaan. Tak ada yang perlu dihindari karena hanya akan membuat kita menyesal nanti. Kita tak tahu kapan kematian datang, mungkin esok lusa atau barangkali nanti. Karena itu nikmati setiap detik dengan segenap jiwa raga sebelum kematian merenggut kita.&lt;br /&gt;Kawan, aku ingat, kau pernah berkata bahwa kehidupan ini keras dan menyakitkan.&lt;br /&gt;Kau berkata, kita dilahirkan untuk menderita. Tapi sekarang aku melihat bahwa hidup ini indah dan menyenangkan karena hidup ini dihiasi dengan pukulan-pukulan, kesakitan-kesakitan yang kadang mendera kita. Hidup ini menyenangkan karena kita ditantang oleh kesulitan-kesulitan, penderitaan-penderitaan agar kita dapat menunjukkan eksistensi manusia yang sebenarnya. Tanpa kesulitan-kesulitan dan penderitaan kita tak akan dewasa, tak akan berkembang dan sulit mengenal diri.&lt;br /&gt;Yah, sesungguhnya kesulitan dan penderitaan adalah kawan yang paling mengesankan. Itulah yang saat ini kulihat.&lt;br /&gt;Kawan, tentu kau sudah mengetahui bahwa dunia ini tak ada yang kekal. Begitu pula dengan kesulitan-kesulitan yang kita alami, kesakitan-kesakitan yang kita derita. Setiap saat terjadi perubahan yang terus berjalan bagaikan air. Kau lihat sungai kadang kotor penuh sampah tapi suatu saat akan kembali jernih. Begitulah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honesty is the first step to a true success&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s better have ever do mistake couse they have done anything&lt;br /&gt;than&lt;br /&gt;never do mistake couse they do nothing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kita harus menikmati setiap detik dengan sepenuh hati, apapun yang terjadi. Apa yang sudah lewat tak akan pernah kembali. Jangan sampai kita menangis di akhir perjalanan, cepat atau lambat perjalanan ini akan berakhir.&lt;br /&gt;Kawan, baru saat ini aku menyadari betapa besar Kasih Tuhan. Sungguh besar berkah yang dilimpahkan-Nya dan hidup adalah berkah Tuhan yang terbesar. Jangan sampai kita lewatkan tanpa arti. Kita lahir menangis karena kita akan memulai suatu perjalanan yang belum kita mengerti. Sesuatu yang asing akan kita jalani. Mudah-mudahan kita tersenyum di akhir perjalanan karena telah berhasil menyelesaikan segalanya.&lt;br /&gt;Ah..., kukira cukup di sini surat ini semoga kau tidak bosan membacanya. Berdiri tegak dan nikmati apa yang terjadi. Hadapilah semuanya dengan segenap imanmu, kau akan merasakan bahwa hidup ini sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Disadur dari Booklet biodata MP ’86 yang disusun oleh Wahyu Purnomo tahun 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di atas sangat tergraffity di hati, karena booklet itu disusun saat MP ‘86 akan berpisah, di saat aku berada di persimpangan jalan dan kehilangan kompas. Di saat aku lebih banyak memikirkan diriku sendiri. Di saat itu kawan-kawan MP ‘86 justru dengan tulus membuat acara perpisahan. Hal itulah yang membuat kejadian waktu itu sangat mengesankan.&lt;br /&gt;Kalau kita cermati benang merah tulisan di atas adalah bercerita perihal ‘kehidupan’ dan mungkin juga ‘perjuangan’.&lt;br /&gt;Sering kita dengar pernyataan dari orang-orang bijak bahwa “Hidup adalah perjuangan.” Menurutku memang benar hidup adalah perjuangan karena manusia mempunyai banyak kebutuhan. Jadi manusia harus berjuang memenuhi kebutuhan agar dapat mempertahankan hidup dan punya eksistensi. Kebutuhan manusia banyak dan bertingkat. Dari mulai kebutuhan yang paling mendasar yaitu makan dan minum hingga kebutuhan untuk berprestasi dan beraktualisasi. Untuk mencukupi kebutuhan dasar mungkin bagi kita belum begitu menjadi beban. Tapi bagi sebagian mereka tentu lain. Anak jalanan rela berpanas-panas di perempatan jalan, preman rela saling membunuh karena memperebutkan lahan, buruh pelabuhan rela memanggul beban berat, pedagang sayur rela bangun dini hari, para PSK rela menjual harga diri, dan pencuri berani menghadapi resiko dibakar hidup-hidup. Jadi benar hidup harus berjuang agar survive. Tapi seperti disebutkan di atas menurut Maslow hidup tidak hanya sekedar makan dan minum tapi juga butuh rasa aman-tentram, butuh bersosialisasi, berprestasi, dan beraktualisasi Sehingga saya sangat tidak setuju dengan ungkapan Jawa yang salah kaprah yaitu : Urip iku ibarate mampir ngombe. Hidup tidak hanya sekedar mangan lan ngombe. Kalau yang terjadi demikian tidak ada bedanya manusia dengan binatang.&lt;br /&gt;Di dalam sebuah buku suci terdapat ungkapan lain tentang manusia hidup, yaitu manusia adalah Kolifah (Pemimpin) di bumi. Sehingga manusia diberi kuasa penuh untuk mengelola semua sumber daya yang ada di atas bumi agar lestari dan dapat menghadirkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Maka agar dapat mengelola dan menghadirkan suatu kemanfaatan, manusia harus berilmu. sedangkan ilmu harus diperoleh dari belajar dan berfikir. Dengan demikian manusia hidup tidak sekedar mampir ngombe tapi juga berfikir dan berbuat. Selain itu kalau hidup ini hanya untuk ngombe dan ngombenya “melampaui batas” maka bisa mendem. Dan mendem itu adalah suatu proses yang terhenti atau perjalanan waktu tanpa arti. Maka kalau manusia hidup hanya mangan lan ngombe atau bahkan jadi mendem maka dia telah gagal membawa misinya sebagai makhluk yang diberi mandat untuk menjadi manajer di bumi.&lt;br /&gt;Dulu setelah lulus kuliah saya pernah mencoba untuk dapat mandiri. Saya baru sadar ternyata idealisme kampus yang selama itu aku agungkan tidak sejalan dengan realita kehidupan masyarakat. Atmosfir kehidupan yang bertempo cepat, materialistis, kompetitif, dan kehidupan masyarakat dengan budaya-budaya adiluhung yang nyaris hilang, membuat saya tahu dan merasakan, memang benar hidup adalah perjuangan.&lt;br /&gt;Dalam suatu meeting di kantor tempat saya bekerja ada seorang direktur mengeluarkan statemen demikian “berani hidup atau berani mati.” Ungkapan tersebut di itu sangat berkesan dan menjadi bahan perenunganku. Ternyata ‘berani hidup’ konsekwensinya lebih berat. Sebab berani hidup harus berani ngedan agar keduman (Ronggo Warsito) dan ini tentu saja melawan nurani. Contoh kongkrit adalah Pak Harto yang mantan Presiden itu, jika dulu beliau gugur pada pertempuran serangan umum 1 maret, tentu foto-fotonya masih terpampang dalam buku-buku sejarah sebagai pahlawan Kemerdekaan. Namun pak Harto ‘berani hidup’ bahkan menjadi presiden selama 32 tahun. Selama menjadi presiden tak ada seorangpun yang berani membangkang, dieluk-elukan dan ‘dijilat’. Karena ‘berani hidup’ dan bejo pak Harto menjadi kurang eling lan waspodo (kata para paranormal sih...). Hingga akhirnya beliau dilengserkan oleh serentetan demonstrasi mahasiswa. Setelah lengser semua orang menghujat termasuk orang-orang yang pernah dekat dengannya. Itulah konsekwensi berani hidup. Bahkan Soe Hok Gie anggota mapala UI yang gugur di gunung puncak Semeru, sewaktu jenazahnya di evakuasi, dalam sakunya ditemukan coretan tulisan tangannya sebagai berikut “Manusia yang paling beruntung adalah manusia tidak pernah dilahirkan atau dilahirkan tetapi mati muda dan alangkah tidak beruntungnya orang yang hidup sampai tua tetapi tidak pernah melakukan sesuatu apapun.” Itulah Soe Hok Gie, entah dia meninggal kedinginan atau menghirup gas beracun atau sebab lain, tetapi yang jelas dia telah menyelam sangat dalam di dalam samodra kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehat :&lt;br /&gt;Urip-uripen anggonmu kumpul-kumpul, nanging ojo nggantungake urip soko kumpul-kumpul&lt;br /&gt;(welinge mbah Gito)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau ada pertanyaan berani hidup atau berani mati di tengah kesulitan ekonomi? jawab yang tepat untuk saat ini adalah ‘terus hidup’ karena pada hakekatnya di dalam kesulitan ada kemudahan dan di dalam cobaan ada hikmah. Selain itu kita sudah tidak sedang berperang melawan penjajah tetapi kita tengah berperang melawan diri kita sendiri. Diri kita yang malas, yang suka seenaknya, tidak didiplin, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk ngegame daripada berkarya bikin pemrograman, suka menuntut hak tetapi tidak tahu kewajibannya, yang pingin naik mobil mewah, suka makan enak, ingin selalu punya uang banyak, pakai pakaian perlente, punya rumah bagus,tapi malas kerja keras dsb.&lt;br /&gt;Dan....... rasanya kok baru kemarin saya lulus dari FTP. Tiada yang abadi, ada perjumpaan ada pula perpisahan, inilah saat yang tepat untuk berpisah. Mohon doa restu aku akan mencoba lagi hidup dengan menghidupi diri sendiri dan bereksistensi dengan memberi kontribusi pada aktifitas kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Harapan saya semoga Gitapala tetap menjadi organisasi yang berdaulat dan berkomitmen kuat.&lt;br /&gt;Selamat merintis masa depan semoga kamu menjadi manusia yang beruntung, hidup hingga tua dan berbuat sesuatu, sukses membawa mandat sebagai manajer di atas bumi. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘84&lt;br /&gt;Simbah (Mbah, putumu wis piro?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘85&lt;br /&gt;Agus Hamiyanto (“Makanya kalau naik gunung bawa celana cadangan, tapi pulang naik gunung pakai sarung lebih berkesan”), Ndaru (Sori ra-diomu tak ilangke), Harsono (Trim’s atas bantuannya waktu di Serpong), Hendro (Trim’s atas pengadaan parka Gitapalanya) Anton, Happy, Yuni, Iin menwa, Lia dll (Terima kasih semuanya atas bantuan dan partisipasinya waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘86&lt;br /&gt;Agus Rambo (Piye kabare Novi), Agus Pete (Te, anakmu saiki wis piro?), Febru Cahyono (Trim’s ide nama Gitapalanya dan bantuan tulusnya waktu itu), Jemek (Yang paling kuingat dengan kamu adalah ketika kamu terserang Mountain sickness di Sumbing “Makanya jangan banyak tingkah”) Wiwin (Win trim’s ya... rancangn renungan dari filsuf Kahlil Gibran waktu itu, sori tak jadi dibaca, kamu adalah sekretaris yang sangat berdedikasi), Bebe (Trim’s design logo Gitapalanya), Hari brengos (Jianjuk! Kon saiki ono ngendi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘87&lt;br /&gt;Tiyok (Yo, aku bisa merasakan, ngurus pemanjat memang susah, masang jalur memang menyengsarakan, mondar-mandir ngurus segala sesuatu memang melelahkan, trim’s atas kerjasamanya, trim’s juga atas dana talangan dari tabunganmu untuk menalangi dana yang belum turun, trim’s lagi atas pemberian bordir logo Gitapalanya. Peranmu sebagai Bandung Bondowoso dan Ande-ande lumut di ketoprak Gitapala sangat mengesankan. Salam buat budhemu, trim’s atas sarapan paginya waktu itu), Bowo (Wo rancangan Wall-mu pancen apik, jip willismu sing kocone pecah kesodog papan kae saiki no ngendi), Gono (Gon, crito-crito sarune kapan diterbitke dadi buku, trim’s atas dedikasinya sebagai sie konsumsi di LPD YT ‘90))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘88&lt;br /&gt;Ponco (Co, sengsara karena kerja keras memang indah. Teh Pocimu neng Srikaton ngangeni), Irvan (Van kowe saiki ono ngendi), Santi (Kamu adalah bendahara Gitapala yang paling jarang pegang uang karena memang belum punya banyak uang kas, trim’s atas kerjasamanya), Danik (Nik, piye kabare penghijauan neng Randu-gunting, isih urip opo ora), Yung &amp;amp; Rustam (Yang paling ciamik dengan kamu adalah ketika kita sama-sama taklukkan Merapi), Wiwik (Wik, trim’s banyak atas akomodasi dan transportasinya waktu cari dana ke Semarang), Seno (Yang paling berkesan dengan kamu adalah ketika kita sering latihan manjat di Babarsari dan kekurangan peralatan kamu memberi webbing dari cangklongan tas), Rudi ( Trim’s atas nganternya proposal ke Graphic adv.), Si awak kapal “Pinisi Amanagapa” Basam (Trim’s semangkanya waktu di Glagah, You are a sweet sangarman), Andrian (Trim’s sumbangan Karabiner besinya). Anung (Trim’s sumbangan Chalk bagnya), Brintik (Gaya manjatmu memang sangat menawan), Dharmawan (Kalau ndayung jangan ngoyo), Bagus (Trim’s atas bantuannya masang jalur waktu malam final LPT Yogya Terbuka ‘90 sori aku tidur waktu itu, trim’s juga atas bantuan transportasinya waktu cari dana ke Semarang), Yayak (Trim’s atas bantuan fasilitas penunjang kegiatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘89&lt;br /&gt;Inti, Krisna (Kris kamu bakat dadi pemain ketoprak, peranmu sebagai Roro Jonggrang patut diacungi jari gemuk), Hanik, Novi (Agus Rambo yang paling pantas komentar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan ‘90&lt;br /&gt;Mad, Supri, Dodo, Maong, Yani dll. Sori aku nggak banyak kenangan manis dengan kalian, abis saat kalian datang aku sudah harus pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak PMI Mas Awang, Manyul, Pun-pun (Sori aku telah menyengsarakan kalian waktu LPT Yogya Terbuka ‘90, trim’s atas bantuannya, tanpa kalian acara LPT YT ‘90 ra mlaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Sekber Muslak dkk (Slak trim’s atas peminjaman tustel waktu kegiatan Tracking Gitapala di Alas Bingung, juga bantuannya sebagai belayer), Uni (Anakmu wis piro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih juga kepada :&lt;br /&gt;1. Pak Rektor, Pak Zuheid Nur dan Pak Bambang Kartika sebagai Dekan dan PD III (“Maaf pak saya merepotkan”).&lt;br /&gt;2. Pak Widodo yang telah memberi ijin peminjaman peralatan las (“Maaf pak waktu itu saya ujas-ujus nggak pakai surat resmi habis nggak punya waktu sih”), juga mas Bambang Cs. (komunitas bengkel) yang telah mengelas wallnya sekber karena pada jebol.&lt;br /&gt;3. Mas Wahyu lab listrik yang telah memberi bantuan kabel olor dan sambungan setrum.&lt;br /&gt;4. PMI Yogya yang telah memberi bantuan ambulance dan tenaga teknis (“Maaf crewmu tertelan-tarkan”)&lt;br /&gt;5. Komunitas Mapala DIY yang telah memberi pinjaman peralatan.&lt;br /&gt;6. Para panitia LPT YT ‘90 yang tak mungkin saya sebutkan satu-persatu.&lt;br /&gt;7. Warga FTP UGM kala itu yang turut memberi support.&lt;br /&gt;8. Asep Kehutanan (“Trims atas bantuan sebagai belayer)&lt;br /&gt;9. Akur optic (Maaf pak Ali Maskur bila waktu itu kurang berkenan dengan penyajian kami), Jas Taksi, Elok swalayan, Graphic Adv., Radio Rakosa FM, Duta Photo, Hartom souvenir sebagai penyumbang dana.&lt;br /&gt;10. Pemberi pinjaman Matras, tali serat untuk nyencang wall dan lampu spot yang dipinjam oleh Agus Rambo dan Agus Pete, entah dari mana mereka meminjam. Juga bambu untuk masang spanduknya Elok swalayan.&lt;br /&gt;11. Sopir truk sampah UGM yang telah ngangkut wall dari Sekber-FTP PP.&lt;br /&gt;Tanpa orang-orang tersebut di atas LPT YT ‘90 mungkin tidak dapat terselenggarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih juga kepada orang-orang (yang mungkin belum tersebut di atas) yang turut memberi kontribusi pada proses kelahiran dan pembesaran Gitapala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bapak Bambang Kartika selaku PD III yang memberi ijin untuk berdirinya Gitapala dan secara aktif mendukung setiap aktifitas kegiatan Gitapala.&lt;br /&gt;2. Bagian perlengkapan FTP UGM yang telah memberi kemudahan pada pencairan dana dan pemberian fasilitas untuk peralatan kantor Gitapala.&lt;br /&gt;3. Sugeng “Pakdhe” Prihatin selaku Senat mahasiswa yang memberi jalan berdirinya Gitapala.&lt;br /&gt;4. Pengurus majalah kampus Agrita kala itu yang paling intens dengan saya yaitu Widodo ‘86 dan Erista ‘86 yang telah memberi ruang kepada Gitapala untuk dapat mewartakan aktifitasnya kepada publik, khususnya civitas akademi FTP&lt;br /&gt;5. Icuk ‘87 yang telah memberi kontribusi besar pada upacara peresmian Gitapala 11 Februari 1989 sebagai Decorator tempat upacara, “Cuk gaya gradasimu patut dipuji”.&lt;br /&gt;6. Agus sandal ‘86, Ugi ‘87, Lilik ‘87, Agung Pathul ‘87 yang memberi kontribusi pada pementasan Ketoprak Gitapala “Roro Jonggrang” juga Adi ‘88 (Trim’s atas tape double-cassettenya untuk ngrekam musik ketoprak).&lt;br /&gt;7. Anton ‘87 terima kasih foto-fotonya.&lt;br /&gt;8. Orang-orang yang pernah mendiklat saya, yaitu mas Gendon Mapagama (Trim’s mas atas ilmu kreatifitas pecinta-alamnya), mas Bugie Mapagama (Trim’s atas penjelasan Hakekat pecinta-alamnya).&lt;br /&gt;9. Pipit Cs. Mapagama (Trim’s atas presentasinya pada hari peresmian Gitapala.&lt;br /&gt;10. Para simpatisan Gitapala :&lt;br /&gt;· Fotonya terpampang pada Tracking Alas Bingung, yaitu : mas Bugie Mapagama, Ayat Mapagama, Jabrik Majestic 55.&lt;br /&gt;· Ikut rapat pembentukan Gitapala di pos “Rudal” Merapi, yaitu : Yuni gendut, Maria, dan Yuni cempluk semua anggota Mapagama&lt;br /&gt;· Pernah bareng naik gunung, yaitu : Rita dan satu temannya saya lupa namanya PHP ‘86, Indah PHP ‘87, Cewek berambut kriting (saya lupa namanya) Psikologi ‘86, Salim TK ‘87.&lt;br /&gt;· Johar ‘85, Ajie ‘86, Orba ’87 trim’s partisipasimu dalam dayung. Anik ‘87, Ari Bun ‘88, Ari ‘89, Widi ‘89 (Kamu adalah bunga-bunga yang pernah menyemarakkan Gitapala)&lt;br /&gt;11. Serta semua orang yang merasa punya kontribusi yang belum saya sebutkan, maaf bila kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[GP *())!]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-992560831215417753?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/feeds/992560831215417753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6993530788547817612&amp;postID=992560831215417753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/992560831215417753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/992560831215417753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2008_07_20_archive.html#992560831215417753' title=''/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SIxqOPueMLI/AAAAAAAAADg/DK92-bY2zko/s72-c/alam3k.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6993530788547817612.post-3572053333132760684</id><published>2008-05-04T18:22:00.016+07:00</published><updated>2010-08-22T11:28:14.510+07:00</updated><title type='text'>PEWACANAAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_r_ClcMJCxlo/SEUl50gPxZI/AAAAAAAAABk/um3KHzQC0zI/s1600-h/UGM-logo+baru.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;PENYEMPURNAAN LANJUT&lt;br /&gt;DRAF PROPOSAL PEMBENTUKAN&lt;br /&gt;K.A.G.I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Globalisasi perdagangan barang dan jasa yang didukung revolusi teknologi informasi, transformasi dan komunikasi telah menjadikan batas-batas teritorial antar negara semakin maya. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi kendala bagi pergerakan pelaku bisnis, dan bisnis itu sendiri. Transaksi ekonomi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja serta oleh siapa saja. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, tentunya tidak bisa melepaskan diri dari perkembangan globaliasi itu sendiri. Sebab, konsekuensi globalisasi mengarah kepada interdependensi antar negara, akselerasi pergerakan dunia usaha, kebutuhan sumberdaya manusia yang dinamis, inovatif, dan komunikatif. Di samping itu struktur pasar akan cenderung menjadi bentuk pasar persaingan sempurna dengan berbasis kepada teknologi informasi, kesempurnaan kualitas, kecepatan respon, dan ketepatan pelayanan.&lt;br /&gt;Saat ini kita telah memasuki era kesepakatan perdagangan bebas tingkat regional AFTA. Pengalaman krisis masa lampau semoga dapat dijadikan pemicu dan pelajaran berharga untuk segera bangkit dari keterpurukkan dan dapat mandiri lepas dari ketergantungan bantuan negara-negara donor dan tidaktidak didekte oleh kepentingan-kepentingan mereka.&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan di atas konsekuensi untuk dapat menjadi pemain di pasar bebas dibutuhkan sumberdaya manusia yang dinamis, inovatif, komunikatif, kompeten dan profesional sehingga dapat menciptakan produk baik barang dan jasa yang berkualitas dan secara proaktif merespon perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;Dalam merespon perdagangan bebas yang menuntut kita untuk bergerak cepat dan profesional, tentunya sebagai orang timur yang dikenal berbudaya tinggi kita tidak boleh larut pada pola pikir materialisme absolut. Atau dengan kata lain semua aktifitas yang kita kerjakan atas dasar untung-rugi materi yang sempit tanpa menghiraukan kepentingan publik pada umumnya. Untuk itu guna memberi wadah rasa persaudaraan dan terus menyambung tali silaturohmi di antara alumni Gitapala dan untuk menuju kemakmuran bersama maka dirikan Koperasi Alumni Gitapala ‘KAGI’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. VISI&lt;br /&gt;Kemandirian komunitas-komunitas di masyarakat menopang kemandirian Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MISI&lt;br /&gt;1. Memberi wadah rasa persaudaraan sehingga akan terus tersambung tali silaturohmi di antara alumni Gitapala.&lt;br /&gt;2. Mencapai kemakmuran bersama.&lt;br /&gt;3. Menumbuhkan jiwa kewira-usahaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;IV. ASAS&lt;br /&gt;Setia kawan, Gotong royong, kekeluargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. BIDANG USAHA&lt;br /&gt;1. Simpan pinjam&lt;br /&gt;2. Rental peralatan kepencinta-alaman&lt;br /&gt;3. Pemandu dan/atau akomodator wisata alam (Traveling, tracking, camping, paket arung jeram 4. Outdoor education/Out bound for children)&lt;br /&gt;5. Out bound trainer&lt;br /&gt;6. Dan lain-lain &lt;/p&gt;&lt;p&gt;VI. PANGSA PASAR&lt;br /&gt;1. Pelajar dan Mahasiswa&lt;br /&gt;2. Karyawan kantor&lt;br /&gt;3. Wisatawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. PERANGKAT KAGI&lt;br /&gt;1. Rapat Anggota&lt;br /&gt;2. Dewan Pengawas/penasehat&lt;br /&gt;3. Pengurus Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. PENGELOLAAN&lt;br /&gt;· Pengelolaan&lt;br /&gt;1. Kedaulatan tertinggi ditangan Rapat Anggota sehingga berhak menujuk Ketua Pengurus Harian dan Dewan pengawas.&lt;br /&gt;2. Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari Pengurus harian diawasi oleh Dewan Pengawas.&lt;br /&gt;3. Dewan pengawas melakukan pengawasan kepada Pengurus harian dalam menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;4. Dewan pengawas berhak menegur dan/atau mengadakan rapat anggota luar biasa apabila ternyata ada penyimpangan-penyimpangan.&lt;br /&gt;5. Nilai SHU tiap anggota&lt;br /&gt;= Total Laba x %(simp. tiap anggota / Total simpanan)&lt;br /&gt;6. Besar simpanan dan iuran*)&lt;br /&gt;Iuran sukarela untuk pengadaan peralatan&lt;br /&gt;: Minimal Rp 100.000,-&lt;br /&gt;maksimal tidak dibatasi.&lt;br /&gt;Simpanan pokok : Rp 10.000,- /anggota&lt;br /&gt;Simpanan wajib : Minimal Rp 5.000,-/anggota/bulan&lt;br /&gt;*)Catatan iuran tidak sama dengan simpanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. TEKNIS SIMPAN DAN PINJAM&lt;br /&gt;1. Simpan&lt;br /&gt;* Untuk dapat melakukan aktifitas simpan pinjam di KAGI, maka alumni Gitapala harus menjadi anggota lebih dahulu.&lt;br /&gt;* Syarat untuk menjadi anggota KAGI, yaitu alumni Gitapala lebih dahulu membayar iuran pengadaan peralatan dan membayar simpanan pokok. Kemudian mengisi formulir keanggotaan KAGI.&lt;br /&gt;* Simpanan wajib dibayarkan setiap satu bulan sebesar Rp 5.000,-&lt;br /&gt;* Sedangkan simpanan sukarela dapat dibayarkan kapan saja dan besarnya tidak ditentukan. Simpanan sukarela dapat dibayarkan bersamaan dengan simpanan wajib, yaitu apabila ada anggota membayar simpanan wajib di atas 5.000,- maka kelebihannya otomatis masuk ke simpanan sukarela.&lt;br /&gt;2. Pinjam&lt;br /&gt;* Peminjaman untuk kebutuhan mendadak (sebrakan) dan segera dilunasi dalam waktu tidak lebih satu bulan dikenai bunga 2%.&lt;br /&gt;* Peminjaman untuk tambahan modal usaha atau kebutuhan lain dengan pengembalian secara diangsur setiap bulan. Jumlah angsuran (pinjaman + bunga) maksimal adalah 10 kali dan dikenai bunga 1% dari nominal awal.&lt;br /&gt;* Apabila karena sesuatu hal pada bulan tertentu terpaksa tidak dapat mengangsur bunganya wajib dibayar.&lt;br /&gt;* Biaya administrasi peminjaman 1% dari total pinjaman dan masuk kas harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X. PERINTISAN DAN RANCANGAN OPERASIONAL KOPERASI&lt;br /&gt;1. PEWACANAAN, Untuk pewacanaan dibuat rancangan proposal pembentukan KAGI dan dikirim kepada alumni di beberapa kota di Indonesia. Kemudian rancangan proposal dipublikasikan melalui internet pada sebuah situs/blog yang dilengkapi dengan milis sehingga setiap alumni dapat saling berkomunikasi dan memberi masukkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. RAPAT UMUM, Rapat umum yang nantinya bernama rapat anggota adalah perangkat tertinggi di koperasi untuk mengambil keputusan-keputusan. Dalam mengambil keputusan diutamakan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Tetapi apabila dengan cara musyawarah belum dapat mengambil keputusan maka ditempuh dengan cara voting. Agenda utama dalam rapat umum nanti adalah menggodok draf proposal yang sudah diwacanakan menjadi sebuah proposal jadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. PENGORGANISASIAN ANGGOTA,alumni Gitapala yang sudah mapan (telah berkeluarga atau sudah punya penghasilan) sangat layak sebagai anggota koperasi. Pendaftaran sebagai anggota adalah dengan membayar iuran pengadaan peralatan dan simpanan pokok. Penyumbang iuran terbesar berhak mendapatkan nomer keanggotaan yang pertama yaitu KI/01/001 Karena anggota KAGI tersebar di seluruh Indonesia, maka guna mempermudah operasional kita buka rekening di bank (bank yang pilih yaitu bank yang mempunyai banyak cabang dan minimal ada di setiap kota kabupaten selain itu juga mempunyai fasilitas transfer paling maju terutama ATMnya) sehingga anggota yang jauh dari Yogya dapat membayar simpanannya melalui transfer antar rekening baik melalui ATM, HP, ataupun melalui internet.&lt;br /&gt;4. DIVERSIFIKASI USAHA, Di samping bidang usaha simpan pinjam, untuk lanjutan dibuka juga bidang usaha lain yaitu Rental peralatan kepencinta-alaman. Peralatan yang direntalkan terutama yang nantinya menunjang bidang usaha selanjutnya (wisata alam dan out bount) yaitu : Tenda, sleeping bag, ransel, matras, peralatan masak, peralatan penerangan, dll. Sedangkan peralatan seperti tali karmantel, karabiner, krol, figur 8, askender, deskender, webbing, sit harnes, dll. diusahakan nanti.&lt;br /&gt;5. Untuk pertama kali pembelian peralatan dengan menggunakan uang hasil iuran anggota direncanakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;· 10 Ransel 60 l @ Rp 250.000,- = Rp 2.500.000,-&lt;br /&gt;· 10 Ransel 80 l @ Rp 275.000,- = Rp 2.750.000,-&lt;br /&gt;· 10 Tenda dom @ Rp 350.000,- = Rp 3.500.000,-&lt;br /&gt;· 10 Matras @ Rp 10.000,- = Rp 100.000,-&lt;br /&gt;· 10 Sleeping bag @ Rp 100.000,- = Rp 1.000.000,-&lt;br /&gt;· 10 set alat masak @ Rp 75.000,- = Rp 750.000,-&lt;br /&gt;· 10 Senter @ Rp 50.000,- = Rp 500.000,-&lt;br /&gt;Total = Rp 11.100.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kemudian setelah simpan pinjam dan rental sukses maka kemudian dirintis usaha tour leader wisata alam, Outdoor education for children dan Out-bound trainer.&lt;br /&gt;7. Untuk dapat selalu menjalin komunikasi antar anggota dan pengurus maka kita buka web-site KAGI yang berisi tentang visi-misi KAGI, daftar anggota, simpanan tiap anggota, e-mail, berita-berita KAGI, dll.&lt;br /&gt;8. Sedangkan untuk peminjaman uang oleh anggota yang berada jauh dari Yogya teknisnya di atur nanti setelah koperasi benar-benar mapan.&lt;br /&gt;9. Semua bidang usaha selain simpan-pinjam sebelum ditawarkan ke publik akan diuji coba dengan melibatkan anggota KAGI. Setelah diuji coba dan di evaluasi dan telah terbuat konsep yang matang kemudian baru ditawarkan kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XI. KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Anggota KAGI adalah semua alumni Gitapala tanpa kecuali yang telah selesai studi dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Calon Anggota (Cata)&lt;br /&gt;· Anggota yang baru saja selesai studi, sudah membayar iuran sukarela untuk peralatan tetapi belum melakukan aktifitas simpan-pinjam.&lt;br /&gt;· Dalam rapat anggota belum mempunyai ‘suara’ dan belum mendapat SHU.&lt;br /&gt;· Karena sudah terdaftar sebagai anggota tetapi belum mempunyai hak sebagai anggota penuh maka boleh disebut sebagai MAGANG. Apabila ada proyek dapat diikut-sertakan sebagai pembantu pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota Aktif&lt;br /&gt;· Adalah anggota yang sudah cukup lama bergabung di KAGI tetapi belum mempunyai pekerjaan mapan di luar KAGI.&lt;br /&gt;· Sudah melakukan aktifitas simpan-pinjam sehingga bisa mendapatkan SHU&lt;br /&gt;· Dapat diangkat menjadi anggota pengurus harian sehingga apabila menjadi pengurus berhak mendapatkan uang lelah/uang pengabdian atau Jasa usaha pada setiap tutup buku (akhir tahun).&lt;br /&gt;· Dapat ditunjuk oleh pengurus harian menjadi pelaksana proyek atau pimpro dalam sebuah proyek dan mendapatkan uang saku.&lt;br /&gt;· Diprioritaskan menjadi pengurus harian dan pelaksana apabila ada proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anggota Senior&lt;br /&gt;· Adalah anggota yang sudah aktif simpan-pinjam dan mempunyai pekerjaan tetap, mapan dan sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;· Sudah melakukan aktifitas simpan pinjam sehingga bisa mendapatkan SHU&lt;br /&gt;· Diprioritaskan menjadi anggota dewan pengawas/penasehat dan ketua pengurus harian &lt;em&gt;(cooperation directore&lt;/em&gt;)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Catatan : Pada periode perintisan istilah honor dan uang pengabdian belum diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;XI. PRAKIRAAN SUSUNAN KEPENGURUSAN PERIODE PERINTISAN&lt;br /&gt;1. Ketua&lt;br /&gt;· Bertanggung jawab dengan kelangsungan aktifitas koperasi.&lt;br /&gt;· Mengkoordinir semua pengurus yang dipimpinnya sesuai jobnya masing-masing sehingga tidak terjadi saling tumpang tindih.&lt;br /&gt;· Yang paling berhak memberi keterangan kepada publik dan berhubungan dengan pihak luar baik perorangan atau badan hukum berkaitan dengan koperasi yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sekretaris&lt;br /&gt;Bertanggung jawab dengan administrasi dan surat-menyurat dengan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bendahara*)&lt;br /&gt;Bertanggung-jawab dengan keuangan dan aset koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Divisi simpan pinjam&lt;br /&gt;Bertanggung jawab dengan aktifitas simpan pinjam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Divisi peralatan&lt;br /&gt;Bertanggung jawab dengan peralatan out door activity, termasuk manajemennnya apabila disewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Divisi IT&lt;br /&gt;Bertanggung jawab dengan situs Koperasi termasuk pengUP-DATEtannya sehingga situs selalu up to date dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Divisi Humas dan Keanggotaan&lt;br /&gt;Bertanggungjawab dengan masalah keanggotaan koperasi dan hubungan kemasyarakatan (publik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Divisi Pengembangan usaha koperasi dan pemasaran&lt;br /&gt;Bertanggungjwab dengan rencana pengembangan bidang usaha koperasi yaitu : Pemandu wisata alam, out bound, out door education for children, dll.&lt;br /&gt;*)Catatan : Untuk periode perintisan Bendahara merangkap Kadiv. Simpan pinjam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;XII. SANKSI BAGI ANGGOTA&lt;br /&gt;Setiap persoalan yang muncul diupayakan untuk diselsaikan secara kekeluargaan namun apabila sudah mentok dapat diselesaikan melalui jalur hukum.&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai keanggotaan KAGI, anggota dapat dikeluarkan dari anggota apabila :&lt;br /&gt;1. Terus menerus melakukan pelanggaran dan/atau berkianat terhadap KAGI&lt;br /&gt;2. Terus menerus melakukan pelanggaran hukum positif di Indonesia dan divonis penjara oleh Hakim sehingga merusak nama baik KAGI.&lt;br /&gt;3. Terus menerus malukan perbuatan tercela.&lt;br /&gt;4. Nyata-nyata mempunyai itikat tidak baik di KAGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XIII. PROSES PENJATUHAN SANKSI&lt;br /&gt;1. Apabila ada anggota yang melakukan perbuatan seperti tersebut pada Romawi VIII pengurus harian dapat melakukan teguran langsung atau melalui surat.&lt;br /&gt;2. Apabila teguran tidak diindahkan oleh yang bersangkutan maka pengurus harian dapat mengusulkan Rapat Anggota luar biasa kepada Dewan pengawas/penasehat guna mengeluarkan yang bersangkutan sebagai anggota KAGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6993530788547817612-3572053333132760684?l=koperasialumnigitapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/3572053333132760684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6993530788547817612/posts/default/3572053333132760684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koperasialumnigitapala.blogspot.com/2008_05_04_archive.html#3572053333132760684' title='PEWACANAAN'/><author><name>Agus haryanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520977031045291613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp3.blogger.com/_r_ClcMJCxlo/SImH4eMv_fI/AAAAAAAAACw/yueh32EZ7wc/S220/kelapa.jpg'/></author></entry></feed>
